Tampilkan postingan dengan label In My Mind. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label In My Mind. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Agustus 2015

UNS Green Campus



Sebagai manusia kita bernafas dengan menghirup oksegen. Tanpa adanya oksigen populasi makhluk hidup perlahan akan mulai punah. Karena itulah pentingnya peranan oksigen di sekitar kita. Apalagi di era globalisasi seperti ini. Sebagaimana yang kita ketahui pohon adalah sumber oksigen dan dapat menetralisir polusi di udara dengan proses fotosintesis. Namun nyatanya ada sekitar 5800 pohon ditebang secara ilegal setiap harinya.


Karena itu UNS (Universitas Sebelas Maret) hadir dengan keperdulian tentang lingkungan. Di UNS ada suatu program yang dikenal sebagai “Green Campus”. Progam ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mewujudkan kampus UNS yang nyaman, aman, hemat energi dan ramah lingkungan.


UNS juga mengajak warga baru UNS (Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2015/2016) untuk mencintai lingkungan dengan diadakannya program Green Campus pada hari ketiga OSMARU 2015 pada tanggal 22 Agustus 2015. Kegiatan tersebut antara lain pungut-pilah sampah organik/non-organik dan gerakan menanam untuk masa depan dengan ketentuan setiap mahasiswa menanam 3 bibit pohon di area kampus yang telah ditentukan.

Dengan keperduliannya tentang lingkungan, UNS mendapat dua penghargaan yaitu sebagai peringkat internasional sebagai kampus hijau dari UI Greenmetric dan mendapatkan sertifikasi sebagai bangunan (RS) Ramah Lingkungan dari Green Building Council Indonesia.


Udaranya yang segar dan rindangnya pepohonan di tengah teriknya matahari membuat para mahasiswa nyama berada di lingkungan kampus. Apalagi saat musim pengujan datang, Bunga Angsana yang bermekaran seperti oase ditengah hijaunya pepohonan. How beautiful it. So, act green now! See green, see life. “UNS GREEN CAMPUS”


by : Rizqi Anisa L

Selasa, 30 Juni 2015

What Can I Do?




Semi diary dalam blog? Bisa jadi kawan, hhehe. Mungkin itu karena efek novel yang mulai aku garap 3 tahun lalu (tepat saat liburan kelulusan SMP masuk SMA, mengisi kesuntukkan berkepanjangan) macet. Mogok bertahun-tahun tanpa sempat editing dan finishing. Hhaha, jadi curhat lagi kan. Ah, gak asih mah aku terus yang curhat. Gantian, kawan yang pengen curhat tulis komentarnya di kolom komentar ya. Atau kirim ke email si Hana.

Masuk ke intinya ya =)

Aku belum pernah pergi sendiri ke luar provinsi, paling dengan teman-teman atau dengan keluarga. Dan kali ini menjadi tantangan sendiri untukku melakukannya sendiri. Aku yang belum punya pengalaman pergi jauh sendiri, ini menjadi pengalaman pertama dengan modal nekat. Yakin.

Semua teman yang pernah ke Yogjakarta dengan bus maupun dengan kereta semua aku hubungi. Dengan embel-embelan aku bingung dan habis ‘nangis’ karena bingung gimana nanti kesananya. Ini memang benar-benar kenekadtan yang benar-benar NEKAD! (But, it’s really really fun guys. Hhehe, biarpun dengan bumbu tangisan kkk~)

Aku modal nekad ikut seminar kepenulisan di UGM. Selain karena aku kagum dengan prinsip-prinsip yang ditanamkan sang pembicara Tere Liye (baca: fans berat Tere Liye). Aku suka menulis dan ada tante disana (baca: sekalian liburan di Kota Pelajar). Akhirnya nekad aja asal-asalan ikut ngirim artikel (karya sendiri) untuk syarat ikut seminar. Tema dan jenis artikelnya pun bebas. Hanya ditentukan 500-1000 kata.

Apa yang aku tulis? Mengalir saja,aku membuat artikel individu kenapa aku tertarik ikut seminar dan manfaat yang aku dapat disana kalau lolos ikut seminar nanti. Sebelum aku bertemu dengan pamflet seminar ini ada satu buku yang membuatku tergugah untuk membuat keterbatasanku menjadi nilai positif yang aku miliki. Ya buku “DIKTAT BISNIS MAHASISWA GALAU” (penulis : Vivi Al-Hinduan). Buku yang aku peroleh di bazar buku di Universitasku nanti (InsyaAllah).

Keterbatasanku adalah, instansi. Kuliah belum terdaftar, berkerjapun belum! Instansi mana yang hendak aku tulis? Ya itu gejolak yang aku alami saat menulis artikel.

Dalam buku tersebut, kak Vivi mengarang instansi untuk seminar bisnis juga. Bukan untuk maksud menipu, tapi untuk mencari bekal ilmu bisnis beliau. Sama halnya dalam pemasaran sebuah bisnis. Misal strategi Mbah Mo, wiraswasta pedagang bak mi sukses khas Yogyakarta. Beliau mengirim sms ke stasiun radio dengan format akhir (setiap sms yang beliau kirim) –dari Mbah Mo, Bakmie. Karena rasa penasaran membuat pemasaran. Hhehe. Itu strategi bisnis yang unik.

Haduh! Malah nikung ke bisnis. Lanjut ke “Seminar Kepenulisan”.

Aku Belajar Percaya, Percaya Pada Waktu #SeminarKepenulisan #TereLiye



Aku belajar untuk percaya, percaya bahwa waktu akan menemukan jalan untuk menyembuhkan luka yang terbuka, menganga meninggalkan rasa perih.

Entah, aku mencoba sebisa yang aku bisa melakukan hal mendasar (syarat) untuk mengikuti seminar kepenulisan esok tanggal 27 Juni 2015. Ya, Seminar Kepenulisan di Universitas Gadjah Mada dengan pembicara “the best writer today” Tere Liye. (sosok dengan memahaman  —prinsip-prinsip kebaikan—  indah dalam setiap karya yang beliau tulis)

Untuk beberapa hari setelah aku berhasil mengirimkan artikel (tema bebas) ke email yang tercantum, hatiku gusar. Kacau! Bak kepingan kaca yang pecah di lantai. Kemana aku harus konfirmasi? Setidaknya aku perlu kepastian aku diterima atau tidak untuk menjadi peserta seminar? Karut-marut, ilusi dalam benakku memegang kendali. Banyak kemungkinan yang terpikirkan, yang semakin membuat hatiku gusar. Selingan aktivitas sehari-hari di rumah sedikit berperan untuk membantuku memegang kendali di ‘Overthinking Zone’.

“Sebagian besar kesedihan kita sekarang hadir karena ilusi yang kita ciptakan sendiri.”
Aku mendengar sosok terdalam dari diriku menyadarkanku. Aku tidak bisa terus membiarkan diriku terjebak dalam labirin overthinking, aku yang memutuskan sendiri untuk masuk kedalam. Dan kini aku sendiri yang harus menuntun diriku untuk keluar dari labirin buntu ini.

Ikhlas.

Minggu, 17 Mei 2015

Link Download Materi Kalkulus #FKIPMatematika #IPA #MIA



Hai kawan ^^

Muncul lagi dikesempatan yang berbeda, apa kabar? Udah senyum hari ini?
Wah, jangan sampe belum bisa senyum ya. Orang gaul bilang, "senyum yang gratis aja pelit gimana rizqinya mau lancar?" *ehh aku hanya copas dari tulisan yang aku temukan di jalan-jalan -tepatnya pembatas jalan tol XD-

Kali ini aku mau sharing tentang uthek-uthek yang uthik. hhihi maaf keceplosan pake bahasa sdhgzJxg dari dncnsdgc :D
Tentang MATEMATIK ^^
Ada yang seneng naksir banget sama si matematik? Awas, buruan bilang soalnya keburu digaet sama si fisika *eh kok dari tadi becanda mulu yah? --"

Kali ini aku mau bahas tentang kalkulus.
KALKULUS? Itu semacam makanan siap saji? Minuman trend 2015?

Kalkulus (Bahasa Latin: calculus, artinya "batu kecil", untuk menghitung) adalah cabang ilmu matematika yang mencakup limit, turunan, integral, dan deret takterhingga.
Kalkulus adalah ilmu yang mempelajari perubahan, sebagaimana geometri yang mempelajari bentuk dan aljabar yang mempelajari operasi dan penerapannya untuk memecahkan persamaan. -(dikutip dari wikipedia >>Wikipedia)-

Nah untuk MaBa atau yang sudah menjadi Mahasiswa jurusan FKIP Matematika / Pendidikan Matematika, kalkulus ini siap menemani hari-hari kita di tahun pertama. Indah, insyaAllah :) *(insyaAllah buat yang penasaran sama materi sks FIKP Matematika insyaAllah nanti aku pos, calm... )*

Buat kawan-kawan yang masih bingung mau mempersilahkan tuan kalkulus ini masuk rumah hati kita biar lebih mantep aku share link download buat stalking dulu gimana si tuan kalkulus ini.
-*(kak, kata-kata ibarannya keren. sampe gak paham bacanya gimana --" tingkatkan!)*-

Ya udah langsung saja :

Sabtu, 16 Mei 2015

Review Novel Rindu -Tere Liye-



Hallo kawan, aku harap kawan-kawan dalam keadan baik dengan senyum mengulum di wajah nan ceria. Karena, disinipun sama.

Alkhamdulillah setelah lama menunda untuk menyelesaikan membaca akhirnya selesai juga satu buku *(jangan kira ini buku penuh dengan angka dengan istilah matematik disana, ini buku indah yang pernah aku baca –novel-). Judulnya sederhana, tapi isinya mengagumkan ‘tres bien’. RINDU, itu judul novelnya. Sebagian besar kita akrab dengan penulisnya, Tere Liye. Aku menyukai prinsip-prinsip kehidupan yang beliau sampaikan lewat tulisan-tulisan yang beliau tulis. Indah dan mudah dimengerti.

—Kakak terima kasih untuk bukunya :)

Kali ini aku ingin berbagi tentang uraian singkat tentang buku ini. *(hhihi, bilang aja ini latihan mereview novel oleh penulis amatiran :D

Awalnya aku hendak segera menyelesaikan membaca, namun karena berkutik dengan tugas sebagai siswa di tahun terakhir alhasil novel itu terkalahkan oleh tumpukan buku yang lain. *(Waduh malah jadi curhat, kapan reviewnya? --‘’)*

Untuk awalan aku mengutip keterangan di sampul novel :

“Apalah arti memiliki,
ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?

Apalah arti kehilangan,
ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan,
dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?

Apalah arti cinta,
ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya
indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas
sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun?

Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak
melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat
kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya
setipis benang saja.”

Ini adalah kisah tentang masa lalu yang memilukan. Tentang kebencian kepada seseorang yang seharusnya disayangi. Tentang kehilangan kekasih hati. Tentang cinta sejati. Tentang kemunafikan. Lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan.

Senin, 11 Mei 2015

Semangat SBMPTN! #PejuangSBMPTN #PejuangTesKedinasan




Hallo Hallo kawan semua ^^


Apa kabar? Ayo mana suara teriakan “Alkhamdulillah baik, semangat!!!”
Wah, kurang keras nih. Ayo sekali lagi. *(ini anak kesambet apa sih? Ribet bener, padahal tinggal baca aja bisakan! Suka ribet, slow aja kan bisa?!)

Hhehe, sama kadang aku juga mikir gitu. Tiap ada seminar, workshop, atau apalah itu istilahnya. Mesti ndak jarang si pembicara itu bakal tanya ‘gimana kabarnya?’, iya ndak? Nah, itu dia!!! *(apa sob? Dapet undian mobil?) eyalah, kagak --“ kalo itu sih buat aku sendiri aja. Udah udah sepertinya mau melenceng ini.

Nah, di suatu kesempatan ada pembicara yang jelasin ke para audien kenapa kebanyakan seminar, workshop dan kawan-kawannya itu ada pertanyaan dari pembicara “gimana kabarnya?”. Soalnya kita bisa melihat suasana jiwa dan batin para audien sebelum mengikuti seminar, workshop, dkk.

Iya, misal aja ya dalam kehidupan sehari nih... aku angkat tema ketemu teman lama, selain karena ini masih suasana hendak berpisah *(lebih tepatnya berpetualang di jalan masing-masing >> lanjut ke jenjang yang lebih tinggi *kuliah)

All About Penpaling and DIY stuff #penpal #snailmail #postcrossing


Hallo semua :) “SMILE”

Kali ini aku mau sharing tentang tutorial yang berhubungan dengan hobi baruku, penpaling atau biasa disebut snailmail. Kirim surat ke berbagai belahan dunia. Ada yang tertarik dengan penpaling/snailmail? Buat yang penasaran, selain mau bagi-bagi tutorial kalo boleh aku mau cerita asal mula gimana aku bisa berkecimpung dihobi ini.

Awalnya aku iseng-iseng browsing di google tentang “postcrossing” akhirnya ada salah satu blogger yang saranin buat join ke sosial media ‘www.postcrossing.com’. Disitu kita ngisi biodata diri lengkap, buat pemula nanti disaranin buat berjelajah, tinggal klik. Jreng jreng~
Muncul deh salah satu orang dengan lengkap alamatnya disana. Kita seperti diberitantangan *(aslinya bukan si, lebih tepatnya dicariin teman penpal) buat kirim kartu pos. Nanti di kartu pos itu disertain juga kode yang diberikan postcrossing. Kode itu dipake temen kita nanti *(yang nerima kartu pos)* buat masukin ke www.postcrossing.com sebagai tanda dia udah nerima kartu pos dari kita. So, misi kita berhasil. Yeyeyeye #yehet

Karena sibuk siapin UAS sama UN jadi kelupaan aku sama misi itu. Akhirnya misi itu pun GAGAL ==” dan karena kita cari teman penpal itu diacak jadi ndak bisa nentuin kriteria temen penpal aku akhirnya iseng-iseng nyoba manfaatin fasilitas # diinstagram. Disana aku searching #penpalwanteed #penpalneed atau semacamnya itu. Aku ngespam di posting *(dasar suka spaming ==”) hhehe. Aslinya ndak spaming si hanya tanya *(asy, malah ngeles)* “Would you like to be penpal? I’m from Indonesia. DM me if you interesting”. Buat yang tertarik bisa dicoba.

Atau bisa juga dengan kirim DM ke akun IG yang bantu kita nyari temen penpal. Misalnya : @findpenpal1 @searchpenpal.


Lanjut ke Tutorialnya. Kali ini aku mau bagi-bagi tentang DIY envelopes. Intinya sih biar bisa berhemat buat hobi baru, crafting, dan ini yang penting mendaur ulang barang bekas. Kita tahu bumi ini udah panas, botak! Eh malah tambah dibotakin? *(emang bisa dibotakin lagi? Orang udah botak --"). 

Senin, 10 November 2014

From "Berjuta Rasanya"



Semoga Bermanfaat ^^




Minggu, 09 November 2014

Berjuta Rasanya



Novel "Berjuta Rasanya" karya Tere Liye

Cerita "Kupu-kupu Monarch"


Masalahnya, apakah cinta itu?
Apakah ia sebentuk perasaan yang tidak bisa dibagi lagi?
Apakah ia sejenis kata akhir sebuah perasaan?
Tidak akan bercabang?
Tidak akan membelah diri lagi?
Titik?
Penghabisan?
Bukankah lazim seseorang jatuh cinta padahal sebelumnya sudah berjuta kali bilang ke pasangan-pasangan lamanya "Kau adalah cinta sejatiku!" (hal. 136)
Entahlah kak, aku juga tak mengerti.
Ya ampun, dengan hati bingung aku memutuskan untuk  tidak memutuskan.

Senin, 03 November 2014

Terima Kasih Atas Kenanganmu (Cerpen)



Aku masih memandangi setiap lekuk wajahnya. Memandangi betapa seriusnya ia memainkan gitarnya. Orang yang aku kagumi sejak aku duduk di bangku kelas 3 SMA. Orang yang cukup berbakat dalam bermain gitar. Orang yang menjadi teman curhatku sejak kita sama – sama masuk ke kelas 12 A . Dan orang yang menghiasi hidupku dengan alunan lembut gitar yang di mainkannya.
                Tiba – tiba dia menoleh ke arahku. Ketika mata kami bertemu aku cukup terkejut dan akhirnya dengan cepat kualihkan pandanganku ke arah lain. Dia hanya tersenyum lalu fokus kembali pada jari – jarinya yang terus memetik gitarnya. Lalu dua teman laki – lakinya tiba – tiba muncul, meneriakkan namanya.
                “Jenooo…!!!” seru dua orang laki – laki tersebut. Benar sekali, namanya Jeno. Dialah yang mecuri hatiku ketika pertama kali aku masuk ke kelas 12 A ini. Kemampuannya bermain gitar membuatku kagum saat aku melihatnya pertama kali di kelas ini. Kemudian kami saling berkenalan dan pada akhirnya menjadi teman yang cukup akrab. Dia banyak bercerita padaku tentang para mantan yang telah ditinggalkannya dan beberapa dari mereka masih da yang di sukainya. Dia belum mengetahui bahwa aku mengangguminya. Dan pasti rasa kagum itu sebentar lagi akan berubah menjadi rasa suka, lalu berubah menjadi rasa sayang. Aku sudah memberinya banyak kode agar dia tahu apa yang aku rasakan. Tapi sampai sekarang dia belum bisa merasakannya.
                “Iya, ada apa,” tanya Jeno ringan pada teman yang memanggilnya tadi. Sejenak ia menghentikan bermain dengan gitarnya. Lalu berbincang – bincang dengan temannya tersebut.
                “Sebentar lagi ada lomba band disekolah kita. Dan aku yakin pasti band kita yang akan di tunjuk,” kata salah seorang temannya yang bernama BamBam. “Lalu?” jawab Jeno singkat.
                “Yang menjadi permasalahan vokalisnya harus wanita!! Sedangkan aku, kau, dan BamBam adalah laki – laki!!” kata laki – laki yang bernama Danny tersebut dengan sedikit emosi. Jeno memang memiliki sebuah band yang sampai saat ini belum diberi nama. Jeno bertugas bermain gitar dan vokal, Danny juga memegang gitar, dan BamBam kajon, sesuai dengan postur tubuhnya yang cukup berisi. Sekolah memang akan mengadakan lomba band untuk memperingati ulang tahun sekolah. Dan harus bergenre akustik. Cocok dengan genre band mereka. Mereka bingung karena vokalisnya harus perempuan. Sedangkan mereka semua laki – laki.

Letter (Cerpen)




Letter

Sore hari yang mendung, seperti biasa, Kristal masih menggenggam penanya mencoret coret lembaran putih di depannya dengan bertubi tubi. Mulutnya komat kamit mengulang ulang angka dan formula yang membuka lembaran arsip yang ia kumpulkan dalam suatu folder bertuliskan ‘Logic and Mathematic’ di otaknya. Keningnya berkerut seakan mengencangkan ototnya karena berkontraksi tanpa henti dalam dua jam terakhir. Otaknya mungkin hampir berbentuk sixpack karena soal soal matematika ini. Namun anehnya, Kristal menyukai rasa pening yang dibuat oleh logika logika ala Bleise Pascal dan Khwarizmi yang ia geluti itu. Profesinya sebagai  mahasiswa matematika memang memberikan sensasi tersendiri. Meracuni di satu sisi, dan menyegarkan di sisi lain.

Belum puas Kristal menginjeksi otaknya dengan ilmu yang melelahkan itu. Ia mendengar ada seorang wanita paruh baya yang memanggil namanya nyaring. Wanita itu tak lain adalah Ibu Kost tempat ia tinggal sekarang. Ibu itu berperawakan gemuk seperti kendang jawa dan bersuara melengking seperti seruling sunda. Perpaduan yang memerahkan mata dan memekakkan telinga. Dan yang paling dasyat, dialah pemilik kemarahan paling mengerikan di kompleks.

“Iya Bu,” Kristal keluar dari kamarnya yang penuh dengan angka imaginer dan terjun ke kenyataan bahwa manusia yang tak memiliki persediaan kesabaran yang banyak menunggunya di depan pintu.

“Ini surat untukmu!” Ibu Kost Kristal sekonyong konyong menyerahkan dua pucuk surat yang terbungkus dalam amplop putih tepat setelah Kristal membuka pintu. Seakan akan tak mau berlama lama lagi menyia nyiakan kesabarannya untuk berbincang dengan gadis muda yang telah membiarkan pita suaranya menegang 10 detik yang lalu.

Bukan Berarti Tidak Ada




Karena kita tidak bisa melihat penjelasan di hati orang lain, maka bukan berarti penjelasan itu tidak ada.

Karena kita tidak bisa melihat keindahan pada sesuatu, maka bukan berarti tidak ada indah di sana.

Dunia ini dipenuhi dengan hal-hal yang tidak bisa kita lihat.

Coba periksa, ketika orang lain tidak bisa melihat betapa rindunya kita pada seseorang, maka bukan berarti rasa rindu itu tidak ada, bukan?

Ketika orang lain tidak bisa melihat betapa sakitnya hati kita, maka bukan berarti rasa sakit itu tidak ada, bukan?

*Tere Liye

Nasehat Cinta



Buat anggota page yang cewek-cewek, kalian bisa gunakan contekan berikut ini, kalau ada cowok yang nembak kalian, ngajak pacaran (dan kalian suka dengannya) :

"Kak, aku hanya menerima cinta jika nembaknya bawa rombongan sekeluarga, lantas Kakak dengan suara gugup bicara pada orang tuaku, tentang tanggal, tempat dsbgnya. Di luar itu cara nembaknya, nggak level, aku lebih baik sibuk sekolah, belajar, kerja, memperbaiki diri sendiri, dsbgnya."

*Tere Liye


Minggu, 02 November 2014

Gadis Bergaun Hitam



Kau kenal dia?
Seorang gadis bermata sayu, berwajah pucat pasi
Hidup yang dijalaninya tak jauh berbeda
dari seekor induk merpati yang kehilangan jantannya
dari sehelai daun yang kehilangan rantingnya
dari sebuah lilin yang kehilangan apinya

Tak ada yang tahu penderitaannya
Berbalut gaun hitam yang kau berikan itu
dia berdiri di sana
Tempat dimana kau pergi dan tak ingin kembali
Tempat dimana ia selalu memeluk lututnya
dan menangisi jejakmu

Sajak "Putuskan"





Bukankah sudah sering terjadi, kita bingung memutuskan A atau B, ternyata malah akhirnya C.

Bahkan dalam urusan paling simpel yang tergantung mau kita, seperti beli buku, sudah direncanakan dari rumah buku A atau B, setiba di toko, malah yg dibawa pulang buku C.

Begitulah kehidupan.

Ada rahasia takdir yg tidak pernah ketahui, mau sekuat apapun kita mengontrol sebuah kejadian.

Maka jangan terlalu membebani diri, banyak2lah berdoa, diberikan yg terbaik.



*Tere Liye

Foto-Foto Keren



Mendaki sebuah gunung bukan sebuah kebanggaan, Kawan
Karena kalau kita anggap pendakian gunung itu kebanggaan
Maka jangan lupa, penduduk setempat bahkan setiap hari
Setiap hari mencari kayu bakar, rotan, dan sebagainya di sana
Bahkan anak-anak mereka pergi memancing ke atas danau di gunung
Berangkat pagi, pulang sore

Mengunjungi sebuah kota, New York, London, dsbgnya juga bukan prestasi
Karena kalau melanglang buana itu kita anggap prestasi
Maka jangan lupa, pengemis, gelandangan di sana setiap hari
Setiap hari mengemis dan menggelandang di jalanannya
Tidur di sudut-sudut kota, tempat kita baru saja ber-pose
Lantas kita bagikan di jejaring sosial

Kita tidak bicara berapa banyak gunung yang kita daki
Berapa lembar foto keren yang kita peroleh
Tapi berapa banyak pemahaman yang menetap di hati kita
Lantas menjadi sumber inspirasi kebaikan bagi sekitar
Menyayangi alam, memahami kebesaran Tuhan
Berhenti bertingkah kekanakan
Itulah hakikat pendakian tersebut

Kita tidak bicara berapa banyak kota yang kita kunjungi
Berapa lembar foto hebat yang kita dapatkan
Tapi berapa banyak pelajaran yang tinggal di kepala kita
Lantas menjadi sumber kebermanfaatan bagi orang lain
Memahami keanekaragaman dan perbedaan
Berhenti sombong dan berlebihan
Itulah hakikat sebuah perjalanan

Lakukanlah perjalanan mengelilingi dunia, Kawan
Kunjungi tempat-tempat indah dan spesial
Bukan untuk dicatat, difoto lantas dipamerkan
Tapi simpel, perjalanan adalah perjalanan
Dia akan mendidik kita dengan lembut
Tentang banyak hal

*Tere Liye

Sabtu, 01 November 2014

Sajak "Lepaskanlah"



Saat tiba untuk tenggelam
Maka, sebaik apapun niat matahari menyinari bumi
Dia harus mau tenggelam
Memberikan malam kesempatan
Saat tiba waktunya untuk gugur
Maka, seindah apapun bunga melati
Dia harus gugur
Luruh ke bumi menjadi tanah kembali
Ada banyak cita-cita indah kita tidak kesampaian
Ada banyak keinginan mulia kita tidak tergapai
Tapi tidak mengapa, lepaskanlah
Hidup ini tidak selalu dinilai seberapa jauh kita melangkah
Tapi juga dari seberapa tulus kita melepaskan
Untuk meyakini, masih ada cita-cita lain, keinginan-keinginan lain
Yang boleh jadi lebih indah dan mulia
Esok hari
Matahari akan kembali terbit
Bunga melati pun merekah lagi

Lepaskanlah.



note :
Repost dari fanpage "Darwis Tere Liye"
Semoga Bermanfaat ^^

Sajak "Cinta Itu"


 
Cinta itu mendengarkan, bukan bicara

Karena setiap hari kita bisa bicara tanpa cinta sedikit pun

Bicara, bicara dan bicara

Tapi perlu cinta untuk mau mendengarkan

Mendengarkan dengan kesadaran

Mendengarkan tanpa lelah dan bosan

Cinta itu memberi, bukan menerima

Apakah para pencinta butuh diterima rasa cintanya?

Apakah para pencinta berharap jawaban iya?

Sama sekali tidak

Kita bisa terus memberi tanpa berharap menerima

Karena demikianlah cinta sebenarnya

Nasehat "Jangan"

Nak,

1. Jangan buru-buru marah jika orang menuduh kita. Karena jika itu adalah tuduhan palsu, itu berarti hanya fitnah belaka, jadi memang kelasnya tidak perlu dihiraukan. Pun jika itu adalah kebenaran, mau apalagi? Itu memang benar. Boleh jadi bermanfaat untuk koreksi.

2. Jangan buru-buru membantah atas nasehat orang lain. Karena jika nasehat itu keliru, sia-sia saja dibantah, namanya juga sudah keliru, lebih baik bergegas tinggalkan. Pun jika nasehat itu benar, mau apalagi? Boleh jadi itu bermanfaat untuk memperbaiki diri.

3. Jangan suka sekali berdebat, mudah sekali seperti api mengenai rumput kering. Karena jika kita berdebat dengan orang yang lebih tahu dan bijak, kita pasti kalah telak. Pun jika kita berdebat dengan orang yang (maaf) bodoh dan bebal, kita pun pasti kalah habis2an.

4. Jangan biasakan buru-buru, pun jangan pula terlalu lambat. Karena jika kita buru-buru, kita bisa melupakan satu-dua hal yang sangat penting. Pun jika kita terlalu lambat, kita bisa kehilangan satu-dua hal yang sangat penting pula.

Senin, 27 Oktober 2014

Aku Tidak Akan Meninggalkanmu (CERPEN)



Ia segera mempersiapkan diri untuk berangkat ke Seoul, ibukota Korea Selatan. Tujuannya hanya satu, yaitu School of Performing Art Seoul atau yang biasa disebut SOPA. Gadis yang cukup pintar dan berbakat ini tak menyangka dirinya mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di SOPA. Dulu SOPA hanya impian baginya. Tapi sebentar lagi, ia akan segera meraih mimpi untuk menuntut ilmu di SOPA.

Setelah menyiapkan seluruh kebutuhannya, ia mempercantik penmpilannya dengan dandanan tipis. Ia bergegas menuruni tangga dan berjalan ke meja makan.
“Lami, kau sudah siap?” Tanya ibunya yang sedang mempersiapkan roti panggang kesukaannya. Ya, gadis itu bernama Lami, Kim Lami. Dia berumur 18 tahun. Lami adalah gadis yang ceria dalam keadaan apapun. Ia sangat menyayangi ibunya. Ayahnya meninggal 2 tahun yang lalu karena sakit yang di deritanya. Itulah salah satu alasan Lami sangat menyayangi ibunya. Ia ingin melihat ibunya tersenyum di masa depan saat melihat kesuksesan Lami. Ia akan berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan ibunya.
“Tentu. Aku sudah sangat siap, Bu,” jawab Lami penuh semangat dan tentu saja dengan senyuman yang membuat wajahnya berseri – seri.
“ Kemarilah, ibu sudah mempersiapkan sarapan untukmu,” kata ibunya lembut. Lami pun menghampiri meja makan dan mengambil satu roti panggang dan memakannya dengan perasaaan senang. Ia tak sabar ingin segera berangakat ke SOPA agar bisa segera melihat SOPA.

Contact

Diberdayakan oleh Blogger.
emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.